MENGIMANI YESUS DENGAN IBADAT TAIZE

Published by Christopher Clement on

Di era kesibukan saat ini, terkadang membuat manusia lupa akan pentingnya berdoa. Beberapa orang merasa lelah dengan aktivitasnya sehingga mereka mengesampingkan berdoa. Padahal dalam arti lain, doalah yang menguatkan mereka. Adapun mereka yang selalu berdoa tetapi selalu menuntut Tuhan untuk mengabulkan apa yang mereka mau, tidak mengimani arti doa itu sendiri dan hanya untuk memenuhi kepuasan duniawi mereka. Terkadang mereka dibutakan dengan apa yang mereka ingini, tanpa tahu pasti apa yang mereka butuhkan. Selain itu, tak sedikit yang datang ke gereja hanya untuk memenuhi “list” mereka pergi ke gereja tanpa mendalami maknanya.  Adapun devosi yang di tujukan untuk memuliakan Tuhan selain pergi gereja, yaitu dengan ibadat Taize.
Ibadat Taize merupakan ibadat yang menuntut keheningan untuk membangun relasi umat-Nya dengan Yesus. Biasanya Taize dilakukan dengan menyanyikan pujian atau ayat Alkitab secara berulang-ulang dengan diiringi musik yang menenangkan, dengan situasi hanya bercahayakan lilin, dan menghadap Sakramen Maha Kudus dengan tujuan untuk semakin percaya dan mengimani Tuhan yang telah lahir ke dunia, wafat demi mkenebus dosa manusia , dan bangkit dari orang mati sebagai bentuk kemuliaan Allah. Oleh sebab itu, ibadat Taize terasa sangat khas dan mudah diresapi. Ibadat Taize menciptakan suasana tenang dan hening untuk mampu merasakan kehadiran Yesus dalam setiap langkah dan gerak umat-Nya. Dengan mengikuti ibadat ini kita dapat merasakan akan semua kasih serta rahmat Tuhan. Dan di dalam keheningan serta ketenangannya, Kita diajak untuk mencoba lebih peka terhadap suara Tuhan di dalam kehidupan kita sebagai umat pilihan-Nya.
Taize sama artinya dengan meditasi. Dimana seseorang dituntut untuk fokus pada satu tujuan dan satu titik, yaitu Yesus Kristus.Taize menciptakan perdamaian dan cinta kasih. Serta dipercaya sebagai suatu alat yang membuat umat-Nya dapat berkomunikasi secara mendalam dengan Tuhan. Karena ketenangan dan keheningan yang dilakukan dalam Taize, umat Katolik menjadi lebih bisa memperbaiki relasi dengan Yesus melalui Sakramen Maha Kudus.selain itu dalam Taize kita juga Merasakan Perjuangan Yesus dalam kisah sengsaranya demi kita umat-Nya yang berdosa ini. Disisi lain Umat Katolik percaya bahwa Sakramen Maha Kudus yang sedang kita resapi, merupakan perwujudan dari Yesus yang melihat mereka. Karena dalam agama Katolik, Sakramen Maha Kudus diartikan sebagai tubuh Kristus yang tinggal dalam umat-Nya. Maka sebagai bentuk memuliakan Tuhan dan mengimani-Nya, sebagian umat Katolik mengikuti ibadat Taize.
Tak banyak yang datang saat ibadat Taize berlangsung. Karena, beberapa orang menganggap bahwa ibadat tersebut terlalu fanatik. Sehingga mereka lebih memilih untuk berdoa di rumah masing-masing bersama keluarga ataupun secara individu. Cara itu tentu tak salah. Setiap individu memiliki cara sendiri-sendiri dan beragam untuk memuliakan dan menyembah Tuhan. Taize pun bukan sesuatu ibadat wajib yang terdapat dalam perintah Tuhan. Tetapi Taize adalah ibadat yang dilakukan pada pekan tertentu untuk mengumpulkan beberapa umat Tuhan dalam satu tempat penuh keheningan dan ketenangan untuk mengahayati arti perdamaian antar sesama serta merelasikan hubungan umat-Nya dengan Tuhan. (Christopher Clement, Mahasiswa Katolik Universitas Airlangga)
Categories: Doa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *